Edukasi paru-paru sehat menjadi tema utama kampanye bebas rokok yang digalakkan oleh mahasiswa STIKES Aceh Barat di berbagai sekolah menengah pertama dan atas di wilayah tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja akan bahaya zat beracun rokok konvensional maupun rokok elektronik bagi pertumbuhan organ pernapasan mereka. Melalui pendekatan sebaya yang interaktif, tim mahasiswa memaparkan dampak jangka panjang kebiasaan merokok terhadap penurunan fungsi paru-paru dan risiko penyakit kronis. Kampanye proaktif ini diharapkan mampu menekan angka perokok pemula di kalangan pelajar sekolah secara efektif.
Dalam pemaparannya, tim edukasi menggunakan alat peraga visual berupa replika paru-paru sehat dan paru-paru perokok yang telah mengalami kerusakan jaringan berwarna hitam. Siswa diajak melihat secara langsung bagaimana jelaga tar dan zat kimia berbahaya mengendap serta merusak kantung udara di dalam paru-paru manusia. Simulasi visual yang kontras ini memberikan kejutan psikologis yang sangat kuat bagi para pelajar mengenai bahaya nyata di balik sebatang rokok. Informasi ilmiah disampaikan dengan bahasa yang populer, lugas, dan mudah dipahami oleh usia remaja.
Kegiatan edukasi paru-paru ini juga dilengkapi dengan pemeriksaan kapasitas fungsi paru-paru secara gratis menggunakan alat spirometer bagi para siswa sekolah. Melalui tes tiupan udara sederhana ini, siswa dapat mengetahui secara langsung tingkat kesehatan pernapasan dan kapasitas vital paru-paru mereka sendiri. Bagi siswa yang terdeteksi mengalami penurunan fungsi paru-paru akibat terpapar asap rokok, tim mahasiswa memberikan pendampingan khusus dan rujukan konsultasi berhenti merokok. Pendekatan pemeriksaan langsung ini membuat para pelajar lebih peduli terhadap kesehatan diri mereka.
Selain menyasar siswa di dalam kelas, gerakan kampanye ini menggandeng pihak sekolah untuk menetapkan kawasan tanpa rokok secara ketat di lingkungan persekolahan. Deklarasi sekolah bebas rokok ditandatangani oleh kepala sekolah, guru, dan perwakilan siswa sebagai bentuk komitmen bersama menciptakan lingkungan belajar yang bersih dari asap racun. Dinding-dinding sekolah dihiasi dengan poster-poster edukasi kesehatan hasil karya kreatif para mahasiswa dan siswa setempat. Sinergi lingkungan sekolah yang bersih ini memperkuat ketahanan mental siswa untuk menolak ajakan merokok dari lingkungan pergaulan luar.
Secara keseluruhan, pelaksanaan program edukasi paru-paru remaja yang diinisiasi oleh STIKES Aceh Barat terbukti sukses membangun kesadaran gaya hidup sehat tanpa rokok di kalangan pelajar. Banyak remaja yang menyatakan ikrar untuk tidak mencoba rokok serta berani mengingatkan teman sebaya mereka akan bahaya merokok bagi masa depan. Perguruan tinggi ini berjanji akan terus memperluas jangkauan kampanye bebas rokok ini ke seluruh pelosok daerah di Aceh Barat. Generasi muda yang sehat dan bebas dari adiksi rokok menjadi pilar utama pembentukan SDM unggul di masa depan.